Sinergi Berkelanjutan WIKA Beton dalam Pelestarian Ekosistem Pesisir Pulau Pari
Pulau Pari salah satu permata berharga di Kepulauan Seribu, Jakarta, selalu memiliki daya pikat tersendiri bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara. Hamparan pasir putih yang bersih, perairan dangkal yang jernih, serta keramahan warga lokal menjadikan pulau ini sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata bahari yang amat vital di kawasan Kepulauan Seribu. Setiap akhir pekan dan musim liburan, ribuan pelancong memadati pulau ini untuk sejenak melepaskan diri dari hiruk-pikuk kehidupan metropolitan.
Namun, di balik geliat pariwisata yang pesat dan roda ekonomi yang berputar kencang, tersimpan tantangan lingkungan yang tidak ringan. Peningkatan aktivitas manusia, perubahan iklim global, serta gempuran ombak Laut Jawa membawa ancaman nyata berupa abrasi pantai dan penurunan kualitas ekosistem perairan. Kerusakan habitat laut tidak hanya mengancam daya tarik pariwisata itu sendiri, tetapi juga membahayakan kehidupan serta mata pencaharian masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup pada kelestarian laut.
Menyadari realitas tersebut, keseimbangan antara pembangunan ekonomi pariwisata dan pelestarian lingkungan hidup menjadi hal yang mutlak. Pelestarian pesisir tidak bisa dipandang sebagai agenda sampingan, melainkan sebuah investasi jangka panjang bagi keberlanjutan kehidupan. Dalam kerangka inilah, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) hadir secara konsisten mengambil peran aktif untuk mengawal dan merawat ekosistem pesisir Pulau Pari secara berkelanjutan.
Penanaman 5.500 Mangrove dan Transplantasi 150 Terumbu Karang
Sebagai wujud komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan penyambutan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, WIKA Beton kembali menginjakkan kaki di Pulau Pari untuk mengoperasikan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kegiatan ini diselenggarakan pada Jumat, 7 Agustus 2026, berpusat di kawasan Pantai Kresek, Pulau Pari.
Dalam aksi lingkungan kali ini, WIKA Beton menetapkan target restorasi ekosistem yang konkret dan signifikan, yaitu:
- Penanaman 5.500 Bibit Mangrove: Mengukuhkan pertahanan garis pantai dari bahaya abrasi.
- Transplantasi 150 Unit Terumbu Karang: Mempercepat pemulihan keanekaragaman hayati bawah laut.
Langkah ini dirancang tidak sekadar sebagai aksi simbolis, melainkan sebuah intervensi ekologis yang dirancang secara cermat untuk memulihkan fungsi-fungsi alami ekosistem pesisir.
Peran Ekologis Mangrove dan Terumbu Karang
Pemilihan mangrove dan terumbu karang sebagai fokus utama perbaikan lingkungan di Pulau Pari didasarkan pada pemahaman mendalam atas fungsi ekologis kedua komponen ekosistem pesisir tersebut.
1. Mangrove sebagai Benteng Alami Abrasi
Bibit mangrove yang ditanam di sepanjang garis pesisir Pantai Kresek bertindak sebagai sistem perlindungan alami (green belt). Akar-akar mangrove yang saling mengikat memiliki kemampuan luar biasa untuk:
- Meredam gelombang dan ombak laut sebelum mencapai daratan, sehingga secara efektif mencegah pengikisan tanah (abrasi).
- Menangkap dan mengendapkan sedimen, yang pada gilirannya dapat memperluas area daratan secara alami.
- Menyimpan karbon (blue carbon), yang berkontribusi signifikan dalam mitigasi perubahan iklim global.
- Menyediakan tempat pemijahan dan perlindungan (nursery ground) bagi berbagai spesies ikan, kepiting, dan biota perairan dangkal lainnya.
2. Terumbu Karang sebagai Jantung Keanekaragaman Hayati Laut
Di bawah permukaan air, 150 unit terumbu karang yang ditransplantasikan memegang peran penting sebagai struktur penyokong kehidupan laut. Terumbu karang adalah "hutan hujan tropis" bagi samudra. Kehadirannya menyediakan:
- Tempat tinggal, sumber makanan, dan daerah pembiakan bagi ribuan spesies ikan dan organisme laut.
- Pelindung alami pantai dari hantaman badai dan gelombang laut dalam.
- Daya tarik ekowisata bahari seperti snorkeling dan diving, yang secara langsung menyokong mata pencaharian warga setempat.
Kolaborasi Lintas Sektoral untuk Dampak Maksimal
Pelestarian lingkungan pesisir merupakan tugas kompleks yang membutuhkan keterlibatan komprehensif dari berbagai pemangku kepentingan. WIKA Beton menyadari sepenuhnya bahwa keberhasilan program TJSL yang berkelanjutan tidak dapat dicapai jika bekerja sendiri. Oleh karena itu, WIKA Beton Group menggalang kolaborasi erat dengan Komunitas Lintas Sektoral Pulau Pari.
1. Entitas WIKA Beton Group yang Terlibat
Aksi lingkungan ini dipimpin oleh PT Wijaya Karya Beton Tbk bekerja sama dengan dua anak perusahaannya.
- PT Wijaya Karya Komponen Beton
- PT Citra Lautan Teduh
2. Mitra Komunitas dan Instansi Lintas Sektoral
Kehadiran WIKA Beton Group disambut dan didukung penuh oleh jajaran instansi pemerintah, aparat keamanan, serta elemen masyarakat setempat di Pulau Pari, antara lain:
- Kepolisian dan TNI
- Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP)
- Dinas Perhubungan (Dishub)
- Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar)
- PAM JAYA
- Suku Dinas (Sudin) Sumber Daya Air (SDA)
- Sudin Lingkungan Hidup (LH)
- Sudin Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekfek)
- Sudin Kesehatan
- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)
- Pelayanan Ambulans Gawat Darurat / Pusat Krisis Kesehatan (PK3D)
- Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM)
- Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU)
Sinergi yang melibatkan unsur kebersihan, keamanan, kesehatan, tata kelola air, hingga pariwisata ini membuktikan bahwa pelestarian Pulau Pari telah menjadi gerakan bersama yang menyatukan seluruh elemen masyarakat.
Rekam Jejak dan Komitmen Berkelanjutan Sepanjang 2022–2026
Hubungan antara WIKA Beton dan masyarakat Pulau Pari bukanlah hubungan sesaat. Kemitraan ini telah terjalin dan terpelihara sejak tahun 2022. Ketika itu, WIKA Beton merespons ancaman abrasi akibat tingginya intensitas pariwisata dengan meluncurkan program rehabilitasi pesisir secara bertahap.
Melalui konsistensi yang terjaga selama bertahun-tahun, akumulasi kontribusi WIKA Beton bagi pemulihan ekosistem Pulau Pari hingga tahun 2026 telah mencapai ang
| Program Konservasi | Capaian Agregat (2022–2026) |
|---|---|
| Penanaman Bibit Mangrove | 7.800 Bibit |
| Transplantasi Terumbu Karang | 250 Unit |
Keberlanjutan (sustainability) adalah kata kunci utama dari setiap aksi TJSL yang dijalankan. Bukan hanya sekadar menanam dan meninggalkan, tetapi mengawal secara berkala agar bibit yang ditanam dapat tumbuh dewasa serta terumbu karang dapat berkembang menjadi habitat yang mandiri.
Chief of Sustainability Officer WIKA Beton, Verly Widiantoro, menegaskan pentingnya konsistensi dan pendekatan berbasis dampak (impact-driven approach) dalam pelaksanaan program TJSL perusahaan.
“Kolaborasi ini menjadi bukti konsistensi WIKA Beton dalam menjalankan program TJSL yang berkelanjutan, bukan hanya sesaat. Kepercayaan untuk memimpin sinergi bersama WIKA Beton Group tahun ini menjadi bukti bahwa pendekatan berkelanjutan yang dijalankan memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat pesisir.”
Pernyataan tersebut menggarisbawahi komitmen WIKA Beton untuk tidak menjadikan aktivitas sosial-lingkungan sekadar pemenuhan kewajiban formalitas, melainkan integrasi dari strategi bisnis yang berwawasan masa depan.
Penerapan Prinsip ESG dan Sinergi BUMN
Langkah WIKA Beton di Pulau Pari selaras dengan arah kebijakan tata kelola perusahaan modern yang berfokus pada Environmental, Social, and Governance (ESG).
- Pilar Lingkungan (Environmental): Secara langsung berkontribusi pada pemulihan keanekaragaman hayati laut, pencegahan erosi tanah pesisir, serta pengurangan jejak karbon melalui penyerapan karbon oleh vegetasi mangrove.
- Pilar Sosial (Social): Meningkatkan kualitas hidup masyarakat Pulau Pari dengan menjaga kelestarian lingkungan yang menjadi modal utama mata pencaharian mereka di sektor pariwisata dan perikanan, serta membangun hubungan harmonis antara korporasi dan warga lokal.
- Pilar Tata Kelola (Governance): Memastikan bahwa pelaksanaan CSR/TJSL dikelola secara transparan, akuntabel, dan terukur dampaknya melalui kemitraan yang sah dengan instansi pemerintah terkait.
Selain itu, keberadaan WIKA Beton sebagai bagian dari ekosistem BUMN dan Danantara semakin memperkuat komitmen perusahaan untuk menjadi agen pembangunan nasional. Sinergi ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik beton pracetak di berbagai penjuru negeri, tetapi juga pembangunan infrastruktur ekologi yang menjamin keberlanjutan bumi Indonesia bagi generasi mendatang.
Langkah WIKA Beton kembali ke Pulau Pari untuk menanam 5.500 mangrove dan mentransplantasi 150 terumbu karang adalah wujud nyata komitmen korporasi terhadap keberlanjutan lingkungan. Kehadiran benteng alami mangrove dan terumbu karang yang sehat di Pantai Kresek diharapkan tidak hanya mengamankan daratan dari abrasi, tetapi juga menghidupkan kembali keanekaragaman hayati bawah laut yang menjadi pesona utama Pulau Pari.
Dengan total cumulative 7.800 mangrove dan 250 terumbu karang yang telah ditanam sejak 2022, WIKA Beton membuktikan bahwa kemajuan industri dan kelestarian alam dapat berjalan bergandengan tangan. Melalui sinergi erat antara korporasi, pemerintah, dan masyarakat pesisir, Pulau Pari akan tetap menjadi permata bahari yang tangguh, hijau, dan lestari bagi Indonesia.

Posting Komentar